Pertama
Menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten,
berkarakter, dan berdaya saing global.
|
Sasaran Strategis
- Meningkatnya serapan lulusan di pasar kerja nasional dan internasional (Global Employability).
- Meningkatnya kompetensi lulusan yang tersertifikasi sesuai standar industri.
- Terwujudnya penguatan karakter dan soft skills lulusan yang adaptif.
- Meningkatnya kualitas pembelajaran dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan DUDI.
|
Kedua
Meningkatkan produktivitas riset terapan,
publikasi ilmiah, dan hilirisasi produk inovasi kesehatan.
|
Sasaran Strategis
- Meningkatnya jumlah publikasi ilmiah dosen di jurnal bereputasi internasional.
- Meningkatnya perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan produk inovasi yang dihilirisasi.
- Meningkatnya perolehan dana hibah penelitian kompetitif (Nasional/Internasional).
|
Ketiga
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan wilayah dan penerapan teknologi tepat guna.
|
Sasaran Strategis
- Meningkatnya efektivitas program pengabdian masyarakat berbasis wilayah binaan.
- Terwujudnya penerapan teknologi tepat guna (TTG) kesehatan yang berdampak langsung pada masyarakat.
- Menguatnya kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam intervensi masalah kesehatan primer.
|
Keempat
Mewujudkan tata kelola institusi yang akuntabel, mandiri secara finansial (BLU), didukung SDM profesional dan jejaring kemitraan yang luas.
|
Sasaran Strategis
- Meningkatnya status akreditasi Institusi dan Program Studi (Unggul & Internasional).
- Meningkatnya kualifikasi dan profesionalisme SDM (Dosen S3, Lektor Kepala/GB, Tendik).
- Meningkatnya kemandirian keuangan BLU dan optimalisasi pemanfaatan aset.
- Terwujudnya transformasi digital dalam tata kelola dan layanan (Smart Campus).
- Meningkatnya jumlah dan kualitas kemitraan strategis (Nasional & Internasional).
|
Kelima
Mewujudkan Poltekkes Kemenkes Makassar sebagai pusat rujukan pendidikan dan inovasi unggulan bidang Kesehatan Ibu, Bayi, dan Anak (KIBA).
|
Sasaran Strategis
- Terwujudnya inovasi riset terapan spesifik untuk intervensi stunting dan penurunan AKI/AKB.
- Meningkatnya peran institusi sebagai pusat pelatihan dan rujukan pendidikan KIBA nasional.
- Terwujudnya model pemberdayaan masyarakat unggulan di bidang KIBA.
|