Jeneponto, 29 Juli 2026 – Sebanyak 1.281 mahasiswa dari delapan jurusan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Makassar resmi diterima oleh Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk melaksanakan Program Magang Praktik Kerja Lapangan (PKL) Terpadu Interprofessional Education and Collaboration (IPE/IPC) Tahun 2026. Upacara penerimaan berlangsung di Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Rabu (29/7). Program PKL Terpadu IPE/IPC akan dilaksanakan selama 30 hari, mulai 29 Juli hingga 28 Agustus 2026. Para mahasiswa akan ditempatkan di 82 posko desa dan kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto dengan fokus utama pada upaya pencegahan dan penanganan stunting serta tuberkulosis (TBC) melalui penguatan kesehatan ibu, bayi, anak, keluarga, dan komunitas. Direktur Poltekkes Kemenkes Makassar, Addi Mardi Harnanto, MN, memimpin langsung delegasi Poltekkes yang turut didampingi Wakil Direktur I Dr. Siti Nurul Fajriah, S.Pd., M.Kes, Ketua Panitia M. Askar, S.Kep., Ns., M.Kes, Sekretaris Panitia Dr. Syamsuddin S., SKM., M.Kes, serta para dosen pembimbing lapangan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jeneponto diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jeneponto, Nuzuldin Dg. Ngallo, S.T., M.T., yang hadir mewakili Bupati Jeneponto. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut para Asisten Setda, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Hj. Syusanty A. Mansyur, SKM., M.Kes., FISQua, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Camat Binamu, serta para lurah dan kepala desa lokasi pelaksanaan PKL. Dalam sambutannya, Nuzuldin Dg. Ngallo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Poltekkes Kemenkes Makassar menjadikan Kabupaten Jeneponto sebagai lokasi pelaksanaan PKL Terpadu. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan kesehatan daerah, khususnya dalam percepatan penanganan stunting dan tuberkulosis.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Poltekkes Kemenkes Makassar Addi Mardi Harnanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan selama pelaksanaan PKL. Ia berharap seluruh unsur pemerintah daerah, mulai dari camat, kepala desa dan lurah hingga puskesmas, dapat terus memberikan pendampingan dan koordinasi agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal. “Kami berharap hasil kerja mahasiswa di lapangan, baik intervensi stunting maupun TBC, dapat ditindaklanjuti dan bersinergi dengan program kesehatan Pemerintah Kabupaten Jeneponto secara berkelanjutan,” ungkapnya. Direktur juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, disiplin, serta menghormati adat dan budaya masyarakat setempat. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan konsep Interprofessional Education and Collaboration (IPE/IPC) dengan bekerja secara kolaboratif lintas profesi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan masyarakat melalui pendekatan Problem Solving Cycle. “Program ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar langsung bersama masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan,” pesannya kepada para peserta PKL.
Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan PKL Terpadu IPE/IPC 2026, dilakukan pemasangan atribut secara simbolis kepada dua orang perwakilan mahasiswa oleh Asisten III Nuzuldin Dg. Ngallo yang didampingi Direktur Poltekkes Kemenkes Makassar. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa seluruh mahasiswa secara resmi telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk menjalankan pengabdian selama satu bulan ke depan. PKL Terpadu IPE/IPC Tahun 2026 diikuti oleh 1.281 mahasiswa dari delapan jurusan, yaitu Kesehatan Lingkungan, Gizi, Keperawatan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Kebidanan, Keperawatan Gigi, dan Fisioterapi. Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua gelombang, yakni 604 mahasiswa pada 29 Juli 2026 dan 677 mahasiswa pada 30 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi teknis yang telah dilakukan sejak 30 Juni 2026 antara Poltekkes Kemenkes Makassar dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto bersama para camat, kepala puskesmas, lurah, dan kepala desa guna memastikan kesiapan pelaksanaan PKL di lapangan.Melalui kolaborasi ini, Poltekkes Kemenkes Makassar berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan pengendalian tuberkulosis di Kabupaten Jeneponto, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan kesehatan dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
